-->
Hari itu
tepatnya tanggal 30 Agustus 2011 saya di komfirmasi seorang teman
wanita saya mbk Ath yang berapa di jakarta bahwa besoknya dia
terbang ke Aceh untuk mengisi liburan Idul Fitrinya di kota ujung
Indonesia ini. Saya sudah seminggu mudik berada di Sabang, karena
aslinya saya orang sabang. Setibanya di Bandara Internasional
Iskandar Muda Blangbintang katanya dia sempat bengong bengong nunggu
jemputan, hahaha kasian deh.. berhubung tanggal 31 Agustus itu
bertepatan dengan Perayaan Idul Fitri pertama maka masih belom banyak
transportsasi dari Bandara. Untungnya temen saya Oddy Kribo (julukan
rambutnya sekarang) bersedia menjemputnya, setelah di bawa putar
putar diseputaran kota Banda Aceh sejenak, akhirnya tibalah mereka di
pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh, yaitu pelabuhan penyeberangan menuju
Sabang tujuan utama jalan jalan kali ini.
 |
Gerbang Pelabuhan Ulee lheu Banda Aceh |
Perjalanan yang ditempuh hampir dua
jam dengan menggunakan kapal lambat dari Pelabuhan Ulee Lheue –
Balohan membuat siang itu begitu leluasa menikmati pemandangan laut
lepas.
 |
Pemandangan Laut Sepanjang Penyeberangan
Menuju Sabang
|
Cuaca yang begitu bersahabat siang
itu membuat garis-garis awan biru dengan nuansa putih saling
melengkapi. Tidak ketinggalan disaat perjalanan baru menghabiskan
waktu 1 jam, ikan lumba-lumba pun ikut menemani disamping-samping
kapal sambil berlomba memperlihatkan diri kepada penumpang.
Tak lama
setelah pulau Weh kelihatan, kapal pun merapat ke pelabuhan Balohan.
Pelabuhan ini memang dikhususkan untuk penumpang, baik yang membawa
kendaraan roda dua atau roda empat. Di pelabuhan Balohan hanya
tersedia dua jenis kapal yang merapat, yakni kapal lambat BRR dan
kapal cepat seperti KM Pulo Rondo, KM Bahari.
 |
Tiba di Pelabuhan Balohan Sabang |
 |
Penumpang bersiap untuk turun |
Pukul
19:00 wib kemudian di menghubungiku bahwasannya kapal nya sudah
merapat ke dermaga pelabuhan Balohan Sabang, untungnya lagi temanku
Oddy yang tadi ikut menemani perjalanan mbk Ath ke Sabang, jadi aku
tidak perlu lagi menjemputnya ke Pelabuhan.
Perjalanan
merekapun dilanjutkan ke Cotdamar untuk menuju ketempaku yang
berjarak sekitar 8 km dari pusat kota sabang, Sekitar pukul 20:00
wib mereka tiba di rumahku yang sederhana, rupanya mbk Ath udah agak
lupa dengan wajahku dan juga Oddy, apalagi Oddy sekarang udah kribo
gitu, aku aja agak pangling waktu ketemu buka puasa bareng di Banda
Aceh,,hahaha. Mereka terlihat lelah dan kecapean, sejenak saya
suru duduk dan mencicipi minuman dan makanan kecil ala lebaran yang
biasanya emang disediakan di tempat kami ini jika lebaran untuk
memulian tamu tamu yang datang berkunjung kesanak saudara dan
kerabatnya. Dikesempatan itu kami saling bercerita tentang pengalaman
perjalanannya tadi dan sedikit berbuat lelucon..sepertinya malam udah
mulai larut,, sebaiknya mbk Ath dan Oddy mandi dulu dan istirahat,
besok kita lanjutkan dengan jalan jalannya. Eh baru mbk Ath mau mandi
duluan Oddy nya malah molor di ruang tamu “biasa penyakit lama
kambuh lagi”(itu sedikit cerita perjalanan mbk Ath dan Oddy ke
rumah ku).
Bagi anda
yang ingin mengunjungi kota sabang jangan khawatir Akomodasi seperti
penginapan, cafe dan restoran sudah tersedia, mulai dari yang paling
murah sampai yang paling mahal. Taman Wisata Culiner di Pujasera
(pusat jajanan selera rakyat) Kota Bawah Barat, lokasi terbaik bagi
yang ingin mencici kuliner Aceh, khusus kuliner
khas kota sabang seperti dodol sabang, kue lumpia sabang dan juga
makanan khas lainnya, dan juga beberapa rumah makan dan cafe yang
tersebar diseluruh kota sabang, jangan lupa mencicipi sate guritanya
ya,,sayang kami tidak sempat kemarin itu krn suasana lebaran belom
ada yang jualan,,hehe . Terus yang hobi mancing, perairan
laut di sekitar pulau Rondo, adalah lokasi yang tepat.
Esok hari
nya selasa 1 September 2011 matahari pagi sudah mulai kelihatan
tinggi, sepertinya oddy masih nyenyak dalam mimpinya, tapi kami gak
mau tau tetap oddy harus di bangunkan untuk siap siap dan sarapan
pagi. Setelah kami mandi dan sarapan pagi seadanya di rumah, mulai
lah kami pamit untuk keluar jalan jalan bersama mbk Ath yang datang
jauh jauh dari Jakarta ke Sabang khusus untuk menikmati keindahan
Sabang secara langsung.
(Sedikit
cerita tentang Sabang,,)
Tak lengkap rasanya
jika berkunjung ke Aceh, jika tidak berkunjung ke salah satu gugusan
pulau di Aceh yang bernama Weh atau Sabang yang tepatnya berada
paling ujung pulau Sumatera ini.
Di pulau ini beragam wisata bahari
kian memukau mata, tidak hanya lokasi untuk bahari, tempat bersejarah
peninggalan pasca perang dunia juga ada dan pastinya beragam potensi
di Sabang membuat kita tidak mau sehari atau dua hari untuk melihat
keindahannya.
Sabang
adalah kota kecil yang terletak di pulau Weh, pulau
di ujung paling barat Indonesia. Jaraknya sekitar 14 mil atau 22,5 Km
dari Banda Aceh yang dapat ditempuh kurang lebih selama 1,5 jam dengan
kapal Fery, dan 45 menit dengan kapal cepat. Kota Sabang merupakan
andalan wisata Aceh, untuk kategori wisata
bahari. Keindahan taman lautnya sangat terkenal, tidak kalah
dengan taman laut Bunaken, di sulawesi utara atau lombok di NTB
bahkan bali Sekalipun. Tak salah jika pemerintah, melalui Kementerian
Kebudayaan dan Pariwisata, menetapkan Sabang (pulau Weh) sebagai
destinasi wisata nasional.
Ok
perjalanan kami pertama adalah ke Pantai Iboih, setelah menempuh
perjalan yang yang berkelok dengan perbukitan yang serasi dan satwa
seperti monyet hutan menjadi teman perjalanan hari itu, urusan
infrastruktur seperti jalan-jalan di Sabang memang terbilang sudah
memadai untuk dilalui dan ini terlihat keseriusan pemerintah setempat
dalam menggarap potensi wisata yang sudah dikenal dunia.
 |
Monyet Ini Turun Menyambut Perjalanan Kami |
Tibalah
kini kami di Iboih, Tepatnya di Pantai Tepi Layeu..
Beberapa
lokasi parkir sudah dipenuhi oleh motor-motor dan mobil pengunjung
yang udah duluan berada di iboih, hampir saja kami tidak kebagian
lagi tempat parkir..(ah lebay) dengan sedikit mengeserkan motor orang
kami memarkir motor kami, eh tapi tumben biasanya ada tukang parkir,
tapi kagak apalah sabang di kenal aman untuk urusan
parkir,,hehe..disitu kami bertemu banyak pengunjung yang umumnya
didominasi orang chinese dan ada beberapa yang kenal dengan teman
kita sapa lagi kalo bukan Oddy si keribo..haha,,sabar ya dy..saya
juga bertemu dengan beberapa teman lama saya semasa di sabang, dan
salah satunya anaknya Pengusaha Pemandu Wisata Sabang ya itu pak
Doden, sayang nya beliau baru saya Alm di bulan Puasa kemarin
katanya.., mereka umumnya sudah menjadi pemandu wisata disitu..hari
itu kami berniat untuk menyeberangi pulau rubiah yang di kenal dengan
keindahan bawah lautnya yang menawan itu, namun karena masih terlalu
panas sepertinya kami berkesimpulan untuk tracking melelusuri Cafe Cafe dan Bungalaw yang berada dilokasi pantai teupin Sirkui..mari
kita berfoto dulu...xixii...
 |
Teman saya Oddy dan mbk Ath sedang Berpose di depan Gapura Teupin Sirkui
|
Jalan
setapak sepanjang 1 km kami lewati dan kami memasuki beberapa resort atau restoran dan melihat lihat fasilitas dan bungalaw yang ada disekitas resort dan
piggir pantai yang semuanya menghadap ke arah laut dan pulau rubiah,
betapa indah nya pemantadangan semacam itu seandainya anda di rumah
kita. Tapi maaf ya mr. bule kami hanya numpang liwat,,haha kagak
makan di resort mu..ckckck:) muka malu.
Setelah
menyisiri beberapa tempat karena tidak ada arah putar, maka kami
berbalik arah untuk kembali ke Teupi Layeu Iboih..sebelum kami
nyeberang ada baiknya makan siang dulu, jam telah menunjukkan pukul
14:00 siang waktu sabang..pantes udah lapar..disitu terlihat ramai
pengunjung yang sudah menganti untuk mendapatkan sepiring Mie Aceh,
ada yang memesan bakso dan sepertinya ada juga yang memesan nasi
siang. Atas rekomendasi oddy aku dan mbk ath sepakat mesan mie aceh
ala pantai iboih aja deh..blom tau rasanya agak kebarat baratan gitu
kali yah...rupanya untuk mendapatkan sepiring mie aceh disitu kami
harus rela menunggu lama dikarenakan banyaknya pengunjung dan
terbatasnya orang yang membuat mie...
Tak lama
kemudian oddy menyapa pak aliaong..katanya tetangganya waktu di
penayong banda aceh dulu,,setelah lama ngobrol,,eh ternyata oddy
berhasil minta nebeng bersama rombongan nya beliau untuk menyeberangi
pulau rubiah....wah oddy emang top deh...
Untuk
menyeberangi pulau rubiah dengan boat biasa di kenakan tarif Rp.
250.000 sedangkan untuk keliling di kenakan tarif Rp. 300.00 dan
untuk boat yang memiliki fasilitas aguarium kaca untuk dapat melihat
keindahan bawah laut tanpa harus menyelam ke bawah dikenakan tarif
Rp. 300.000 jika ingin keliling seperti yang kami lakukan tarifnya
Rp. 350.000, disini akan lebih baiknya kalo kita rame rame jadi biar
lebih murah kalo dihitung masing masingnya hehehe..paket hemat
beib..:p
Tapi Mie Aceh pesanan kami gimana?...karena kasian telah lama menunggu ibu si
pembuat mie langgsung membungkuskan mie tadi untuk kami bawa makan
sambil nyeberang saja agar tidak ketinggalan rombongan pak aliong. Ok
kini mie sudah di tangan,,beli sedikit minuman botol mari kita
nyeberang...
 |
Ody Makan Mie...lahap bener. |
Wisata
Sejarah dan Menikmati Keindahan Laut
Berikut
ini potensi obyek wisata alam (nature tourist attraction) di Kawasan
Sabang:
Taman Laut Pulau
Rubiah
Pantai Iboih
Pantai Gapang
Pantai Paradiso
Pantai Tapak Gajah
Pantai Nipah, Pulo
Aceh
Atraksi Alam
Lumba-lumba
Atraksi Alam Ikan
Pari
Pantai Pasir Putih
Lhung Angen
Danau Aneuk Laot
Air Terjun Pria
Laot
Air Panas Gunung
Merapi Jaboi
Air Panas
Keuneukai
Tugu KM “0”
Pulau
Rubiah
-->
Keindahan
pantai dan taman lautnya yang masih alami begitu mempesona, menjadi
magnet dan surga bagi wisatawan asing maupun domestik yang hobi
menyelam (diving). Setidaknya ada 26 titik potensial tujuan wisata
yang bisa dikunjungi di kota Sabang. Namun yang paling populer adalah
Pantai Gapang, Pantai Rubiah, dan Pantai Iboih, yang terkenal dengan
keindahan Garden
Under Water-nya.
Bagi anda yang mau tau lokasi
diving spot
yang bagus lihat disini.
Hewan
laut seperti pari manta, hiu, paus, lumba-lumba, penyu dan
hewan-hewan laut cantik lainnya, dengan mudah bisa ditemui di sekitar
perairan kota sabang. Penyelam berpengalaman dan instruktur selam
siap memandu para wisatawan menikmati keindahan taman-taman laut yang
ada di sana. Menurut keterangan yang kami peroleh dari para
pengusaha jasa penyelaman untuk sekali menyelam kita harus merogoh
kocek kurang lebih 300rb rupiah.
Alat Buat Snorkling
Tapi
kalau cuma pengen snorkeling
aja, cukup bayar biaya sewa alat snorkeling sebesar kurang lebih 45rb
rupiah.
 |
Indahnya Terumbu Karang Rubiah. |
Daya
tarik Sabang terletak pada keindahan alamnya. Hampir semua wisatawan,
terutama backpacker, menyerbu pantai di wilayah barat pulau ini.
Kawasan pantai barat Pulau Weh―22 kilometer dari pusat kota―yaitu
Gapang dan Iboih, adalah lokasi diving, dengan taman laut dan terumbu
karang indah.
Losmen dan hotel tersedia dengan tarif Rp
75.000-Rp 250.000 per malam.
Turis-turis lokal biasanya datang
pada akhir pekan. Minggu sore atau Senin pagi mereka kembali ke Banda
Aceh untuk bekerja. Namun, turis asing umumnya tinggal lebih lama dan
mereka seperti tak kenal waktu...
Sabang
kita kenal sejak taman kanak-kanak melalui lagu ”Dari Sabang sampai
Merauke” ciptaan R Suharjo. Lewat lagu itu, kita bisa membayangkan
batas dan ujung negeri kita. Tugu Kilometer 0 (baca: nol) penanda
awal pengukuran jarak dan luas Nusantara dari Sabang sampai Merauke.
Setiap pengunjung berhak mendapatkan sertifikat bahwa dia telah
berkunjung ke Tugu Kilometer 0 dengan mengganti biaya administrasi Rp
20.000 per sertifikat, khusus untuk mbk ath saya kasikan gratis hehe
yang lain jangan cemburu,,makanya ke sabang....
ok
lanjut cerita travelingnya...kayak nya sudah sore tak lama setelah
kami mengelilingi pulau rubiah, tak terasa jalan jalan nya begitu cepat untuk hari ini, tunggu cerita perjalan kami hari kedua di Sabang di Section 2 nya :D
Info: