Kapan Kita Jumpa Lagi..

Kangen Kalian Semuaa.....

Borobudur 2012

Warisan budaya dunia yang sudah mulai terkikis wujudnya.

Kamis, 07 April 2016

Memahami Globalnya Formula 1 Lewat Debut Rio Haryanto di Australia

Sebuah ulasan menarik dari wartawan ‪#‎F1‬ kawakan dari media Jawa Pos National Network bung Azrul Ananda
Memahami Globalnya Formula 1 Lewat Debut Rio Haryanto di Australia
Wartawan Jepang Bertanya: Apakah Rio Pembalap Muslim Pertama?
Catatan AZRUL ANANDA dari Melbourne
Siapa saja boleh tidak setuju. Bahkan tidak suka. Siapa saja boleh berkomentar buruk. Siapa saja boleh teriak-teriak, baik secara jantan maupun sambil menyembunyikan batang hidung via media sosial.
Faktanya tetap sama: Rio Haryanto telah mencatat sejarah.
Rio Haryanto, di usia 23 tahun, telah menjadi pembalap Indonesia pertama yang membalap di ajang paling bergengsi, Formula 1. Satu-satunya dari Asia, dari 22 orang istimewa yang berhak balapan di arena itu tahun ini.
Grand Prix Australia di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Minggu kemarin (20/3) merupakan kanvas tempat sejarah itu tertulis.
Rio membubuhkan tanda tangannya di papan selamat datang yang disiapkan untuk diteken oleh seluruh pembalap dan bos tim.
Rio juga meninggalkan jejak ban mobil Manor-Mercedes-nya di atas permukaan lintasan. Di kanvas yang sama dengan para superstar dunia seperti Damon Hill, Jacques Villeneuve, Michael Schumacher, Lewis Hamilton, Sebastian Vettel, Jenson Button, Kimi Raikkonen, dan nama-nama superkondang lain.
Walau mengalami kerusakan mobil dan gagal finis di Australia, sampai kapan pun fakta ini tidak akan berubah. Rio Haryanto adalah yang pertama bagi Indonesia di F1!
Ironisnya, di Indonesia tetap tidak banyak orang yang paham betapa besarnya capaian Rio Haryanto ini. Betapa besarnya panggung F1. Betapa besarnya perhatian yang kemudian muncul untuk Indonesia.
Sebab, memang tidak banyak orang bisa datang langsung ke arena F1. Tidak banyak orang mendapatkan informasi atau membaca informasi yang jelas tentang apa itu F1 dan bagaimana F1 beroperasi.
Dan yang paling ironis, begitu banyaknya ”pengamat” dan ”komentator” F1 baru muncul dari Indonesia begitu nama Rio Haryanto muncul sebagai peserta musim 2016. ”Pengamat” dan ”komentator” yang sebelumnya mungkin belum pernah menonton F1, tidak mengerti soal balapan, serta hanya bermodal jari dan ponsel.
***
Untuk menyadari betapa besarnya F1 dan perhatian yang ditujukan kepada F1, memang harus mengikuti kesibukan Rio sehari-hari di sirkuit saat lomba berlangsung.
Sebagai seorang rookie (pendatang baru) dari negara yang belum pernah punya pembalap F1 dan tidak punya tradisi motorsport yang besar, Rio sudah mendapatkan porsi sorotan yang cukup besar.
Dia menjadi bagian dari official press conference resmi FIA –federasi balap mobil dunia– bersama Lewis Hamilton, Sebastian Vettel, dan Daniel Ricciardo.
James Allen, jurnalis kondang F1 asal Inggris yang jadi moderator, menegaskan kepada ratusan wakil media resmi yang hadir di Albert Park bahwa Rio adalah rookie dengan background kuat, pemenang lomba di ajang GP3 dan GP2.
Walau timnya merupakan tim kecil (Manor mungkin tim terkecil di F1 saat ini), Rio tetap diburu penggemar saat tiba di sirkuit setiap hari.
Grand Prix Australia memang ramah untuk fans. Di jalan menuju paddock (kawasan eksklusif sirkuit), disiapkan Melbourne Walk. Semua pembalap dan anggota tim harus berjalan (atau berlari) lewat situ sebelum bisa masuk ke paddock.
Di balik pagar, ribuan penggemar sudah tabah menanti, menyiapkan berbagai foto, poster, dan merchandise lain untuk ditandatangani. Juga menyiapkan kamera/smartphone untuk ber-wefie ria dengan idolanya.
Para pembalap papan atas tentu diteriaki dan diburu. Beberapa pembalap dengan tabah melayani permintaan selama dan sebanyak mungkin.
Beberapa lainnya benar-benar berupaya meloloskan diri dari Melbourne Walk, seperti Kimi Raikkonen (Ferrari) yang berlari, bahkan sprint, untuk secepatnya masuk paddock.
Rio? Sabtu pagi lalu (19/3), ketika MC mengumumkan kedatangannya (”Selamat datang, Rio Haryanto, pembalap F1 pertama dari Indonesia!!!!”), para fans pun mulai berteriak-teriak untuk mendapatkan perhatian dan tanda tangan Rio.
Mungkin pembalap paling sopan di F1 saat ini, Rio dengan senyum-senyum malu melayani sebanyak mungkin permintaan. Ingat, bukan hanya fans dari Indonesia atau Asia, tapi juga dari berbagai penjuru dunia.
”Terima kasih! Terima kasih, Rio!” teriak seseorang di tengah kerumunan penggemar itu. Bukan, itu bukan teriakan orang Indonesia. Karena logatnya logat bule!
Sebelum Rio melangkah ke paddock, penonton dari sisi lain jalan (bukan resmi Melbourne Walk) meneriakinya supaya mau mampir dan berfoto atau memberikan tanda tangan.
Rio menoleh dulu ke manajernya, Piers Hunnisett, meminta persetujuan. Hunnisett memberikan sinyal oke dengan mengangguk dan Rio pun melayani permintaan para fans F1 tersebut.
Sabtu sore itu, sebelum babak kualifikasi, Rio juga sempat diminta penyelenggara untuk jumpa fans di panggung besar di kawasan penonton.
Penonton benar-benar membeludak di sana. Yang membuat momen itu terasa istimewa, Rio duduk bersebelahan dengan pembalap favoritnya, Kimi Raikkonen. Duduk pula di panggung Sebastian Vettel dan Jenson Button.
Dalam acara itu, MC melakukan tanya jawab dan mengajak pembalap untuk bermain-main. Juga menerima pertanyaan dari penonton yang berjubel di depan panggung.
Saat muncul pertanyaan soal hobi, beberapa pembalap menjawab menyanyi, walau saat sendirian. Itu mengundang MC untuk berceletuk bahwa F1 harus membuat boyband bernama ”Wrong Direction”.
Hobi Rio? ”I love cooking,” jawabnya.
Tentu saja, ada banyak penonton yang datang dari Indonesia. Atau warga Indonesia yang menetap di Australia. Salah satunya Suhartono, asal Bekasi tapi banyak tinggal di Sydney.
Menurut Suhartono, dalam sepekan terakhir, televisi di Australia banyak menayangkan program tentang Rio. Siaran televisi itulah –plus ramainya pemberitaan lain– yang menggugah perasaannya untuk terbang ke Melbourne, menjadi saksi langsung sejarah.
Suhartono menyampaikan apresiasinya terhadap Pertamina yang mau mensponsori Manor supaya Rio bisa tampil di F1. ”Sekarang orang-orang di sini banyak yang sering tanya soal Rio. Bagaimana dia bisa masuk F1,” ungkapnya. ”Sekarang yang dibahas cuma Rio, Mas,” ucap dia, lantas tertawa.
***
Perhatian media internasional terhadap Rio memang besar. Walau sempat agak bikin deg-degan karena Rio sempat terlibat insiden dengan Romain Grosjean (Haas-Ferrari) saat sesi latihan terakhir Sabtu siang (19/3).
Pada dasarnya, Rio mendapatkan respek dari kalangan media internasional. Harus ditegaskan terus-menerus, Rio masuk F1 dengan resume layak, pemenang lomba di ajang-ajang sebelumnya. Lebih layak daripada banyak pembalap lain yang masuk F1 dalam sepuluh tahun terakhir!
”Selamat, Indonesia punya pembalap F1. Dan dia pembalap F1 yang sesungguhnya,” kata Tetsuo Tsugawa, wartawan senior Jepang yang sudah lebih dari 40 tahun meliput F1 secara full time.
Tsugawa mengaku mengikuti karier Rio sejak di ajang junior. Punya banyak kenalan mekanik/engineer yang pernah bekerja bersama Rio.
”Mereka semua bilang, Rio itu quick driver. Hanya, mungkin kurang jam terbang sehingga masih butuh lebih konsisten. Tapi, pada dasarnya, pembalap Asia punya masalah yang sama, kurang pengalaman,” paparnya.
Tsugawa menambahkan, Rio punya nilai tambah lain: Tampangnya ”menjual”. Dan itu juga akan berdampak di Jepang. ”Dia akan punya banyak penggemar di Jepang. Karena dia good-looking,” ujarnya, lantas tersenyum.
Tidak banyak jurnalis Indonesia yang terakreditasi resmi di Melbourne. Hanya tiga dari Jawa Pos plus Arief Kurniawan dari Bola.
Tak heran, segelintir wakil media Indonesia itu pun dibombardir pertanyaan dari rekan-rekan media lain dari berbagai negara.
Pertanyaan macam-macam. Misalnya: Keluarga Rio itu seperti apa, apakah keluarga pembalap juga? Untuk menjawab lebih baik, mereka diperkenalkan langsung kepada Sinyo Haryanto dan Indah Pennywati, orang tua Rio yang selalu stand by serta terlihat deg-degan di kawasan hospitality Manor.
Ada pula wartawan Jepang yang bertanya, apakah Rio pembalap muslim pertama di F1. Kalau ditanya begitu, tentu harus benar-benar mengecek sejarah F1, yang dimulai lebih dari enam dekade lalu.
Dan F1, seperti kebanyakan dunia modern, tidak meminta pesertanya menuliskan agama di data pribadi!
Pembalap muslim di sekitar F1 memang pernah ada, seperti Fairuz Fauzy dari Malaysia, yang sempat menjadi test driver Spyker F1 dan Lotus Racing (Caterham). Tapi, yang resmi ikut berlomba, Rio mungkin benar-benar yang pertama! (*)
‪#‎Rio88‬ ‪#‎RH88‬ ‪#‎TeamRH88‬ ‪#‎Manor‬ ‪#‎ForzaRio‬ ‪#‎RioHaryantoF1‬ ‪#‎AUSGP‬ ‪#‎AustralianGP‬ ‪#‎F1DownUnder‬ ‪#‎MendadakF1‬

Surat Faisal Yusuf Rasyid Buat Kang Emil Walikota Bandung

Beberapa hari lalu saya baca sebuah surat dari warga Medan yang memposting surat buat kang Surat #4
BUAT BANG EMIL RIDWAN KAMIL DI BANDUNG
Apakabarnya bang?
Ini aku, si PESAL NAMEDA.
Pasti abang lagi bercas cis cus di kantor ya? Ini kan hari Kamis.

Mohon maaf ya bang kalok aku tulis surat ini tidak pakek bahasa Inggris. Tak bisa nya aku, bang. Tau nya aku kalok abang mencanangkan KAMIS INGGRIS di kantor walikota.
Tadinya mau rabu kemaren kutulis. Alamak, ternyata itu hari REBO NYUNDA jugak di Bandung. Hajab lah aku bang. Manalah bisa aku tulis surat pake bahasa sunda. Kalok bisa abang baca saja lah surat ini, meski salah hari nya aku menulisnya.
Bang Emil, minggu kemaren kusempatkan ke Bandung. Aku tinggal di MARELAN MEDAN nya, bang. Abang jangan salah sebut, bukan MARYLAND, tapi MARELAN. Tak ada hubungan nya dua tempat itu.
Kemaren, aku mengantarkan si Yapi yang baru mau belajar kerja di Cicaheum. Sekalian bawak si Mimi yang mau sekolah di Dipati Ukur. Hebat kali kota kau tu, Bang. Cantik ku liat semua. Ai mak jang. Betul-betul paris pan japa kurasa.
Kutanyak sama sopir honda, eh, siapa yang bikin bandung cantik kek gini? Paten kali. Pintar. Kalok bukan orang hebat, tak bisa rasanya buat begitu.
Bingung aku, bang Emil. Kata sopirnya, yang buat itu PRESIDEN YANG TERTUKAR. Eh, siapa pulak orang tu? Tertukar sama siapa, pikirku. Ternyata, kau nya itu, Bang. Salut aku.
Setelah ku liat-liat poto kau di acara konprensi asia aprika kemaren itu, memang gagah kali jang. Berwibawa. Topinya. Kacamatanya. Nunjuk-nunjuknya. Kek, Bung Karno, ku liat. Pantas lah ada yang silap mengira abang itu presiden. Jangan abang tersinggung kalok ku bilang kek gini. Anggap aja doa. Diaminkan aja, bang.
Bang Emil, kubaca nya surat abang yang menolak diusung jadi calon gubernur jakarta. Wah wah wah. Memang abang nampak antik kuliat. Begitu banyak orang pengen jadi gubernur, berlomba-lomba. Jadi kepala lorong pun di medan berebut orang tu. Hanya KEPLOR nya. Kok abang malah belum mau jadi gubernur. Heran aku bang. Sopir angkot honda yang kutumpangi jugak bingung.
Cuma lucu kali waktu abang bilang dalam surat penolakan itu. Jakarta abang sebut jadi kota twitter paling cerewet se dunia. Kurasa masih kalah nya sama kota kami. Medan itu kota paling gecor di jalan raya. Semua berkelakson. Semua minta minggir. Semua mau duluan lewat. Rebutan. Lampu merah tak ada pungsinya. Kek pejabat saja semua. Kelaksonnya bising kali. TETOT... TETOT... TETOT... bunyinya. Percis kek bunyi knalpot motor bang Parhat yang rumahnya di ujung gang kami.
Aku mau usul buat abang. Cemana kalok abang jadi gubernur SUMUT aja. Punya nya kami gubernur. Tapi pengganti setengah jalan. Dua kali gubernur terpilih kami masuk penjara nya. Macam-macam kasusnya. Kalok tak salah aku, kenak pasal korupsi orang tu.
Kami agak kembut jugak, kalok nanti ada pilkada. Kalok terpilih jugak gubernur baru, masuk lagi dia ke penjara, bisa hetrik lah. Jangan sampe tiga kali berturut-turut. Masuk catatan MURI lah. Padahal lama kami benci istilah sumut, SEMUA URUSAN MUSTI UANG TUNAI. Cocok lah kami rasa abang jadi salah satu calon gubsu. Kalok jadi, kupanggil abang nanti, Bang GUBSU.
Kurasa, tak payah kali nya abang kalok jadi gubsu. Tak banyak sebenarnya masalah di tempat kami. Kek di medan, cuma urusan lapak pinggir jalan, lalulintas sama sampah. Hanya itu aja. Keknya belum beres-beres jugak sampe hari ini. Berproses katanya. Mana ngerti lah aku.
Kuliat, di bandung, mantap kali abang bereskan semua. Abang buat banyak kali taman. Ada taman jomblo, taman pilem, taman lansia, taman sketbod. Alamak jang. Dimanja kali lah orang bandung kau buat, bang.
Di medan juga ada taman nya. Taman cadika, taman sri deli, taman apros, taman a yani sama taman beringin. Sejuk memang. Baru saja bagus taman-tamannya. Habis direhab. Entah apa saja yang dipikir petugasnya, kenapa lama kali tergeletak tak terurus. Kurasa, meniru bang Emil nya orang itu.
Apalagi abang kan arsitek. Bisanya abang bantu kami pertahankan gedung bersejarah disini. Dulu ada pajak bundar di medan. Sekarang sudah lenyap dia, Bang. Tak berbekas. Susah aku nanti mencritakan sama anak cucu, dimana aku memerli adek abang yang di rumah ni sampe mau dia ku ajak nonton di morsip. Akhirnya mau dia jadi binikku. Pajak bundar memang tinggal kenangan. Percis kek lagu jadinya.
Aku dulu sering duduk-duduk di depan rumkit tembakau deli di Putri Ijo. Ku lihat bakal ancur jugak gedung warisan blanda tu.
Kalok abang nanti jadinya gubsu, tolong kau jaga lah bang bangunan bersejarah kami. Kerna kau itu kan jugak ahli bangunan. Pandenya pasti abang meyakinkan orang-orang disini. Biar kecelek dulu para pemodal sekaligus perusak bangunan antik tu. Gak yakin aku orang itu cinta medan. Kurasa tinggalnya pun di luar sana nya. Logatnya pun kek orang seberang ku dengar.
Nanti kalok abang jadi gubsu, buatlah satu taman di lapangan kratatau. Bagus nya kurasa tempatnya. Aku usul namanya TAMAN RENUNGAN. Tak pakek lampu pun tak apa lah. Biar gelap gulita tak masalah. Cocok kurasa tempatnya untuk merenung. Supaya orang medan jangan buat dosa, jangan korupsi, jangan pungli, jangan KKN. Soalnya di mukak taman itu, pas kali ada kuburan. Pasti merinding kalok ada yang merenung disitu.
Aku yakin orang sumut sukak nya kau jadi calon gubsu, Bang. Terimanya orang tu. Apalagi kon-kawanku di kampung. Cocok katanya. Cuma kon-kawan tak mau jadi tim sukses. Maunya menjadi orang sukses. Itu istilah aja, bang.
Kami memang sepakat tidak mau meniru orang kampung sebelah. Disana berebut sampek berantuk mau jadi tim sukses. Calonnya dibela habis-habisan. Padahal pencorot nya dia ujung-ujungnya di pilkada. Dongok kali. Tapi kayak berhala kuliat pemimpinnya dibuat. Kek tak takut dosa syirik. Pemimpin berhala. Paling-paling ujungnya mintak balen nya orang tu rame-rame.
Bang, asal abang tau, di medan ada nama jalan PWS. Paguyuban Warga Sunda. Dekat Sei Sekambing situ. Mana bisa ada nama jalan itu kalok gak diterimanya orang sunda di medan. Padahal mana ada nama Jalan Sisingamangaraja di bandung. Harus geser sikit ke cimahi, baru ada nama jalan raja besar kami itu.
Kudengar, sempat bermasalah pulak abang sama preman angkot ya? Cemana pulak bisa begitu? Sama preman nya abang betekak? Kalok benar nya abang, jangan abang mundur. Panggil saja Satpol PP, bang. Sekali-sekali perlu juga dirodam orang kek gitu. Sudah hajab kali sopir angkot dan warga dibuat preman itu kek nya. Silap sikit main lepuk saja dia.
Kalok di Medan beres nya abang. Tak ada lagi preman di Medan. Dulu nya memang ada. Cuma tenggen kamput saja kerjaannya. Kalok sekarang, hanya ada Ormas Pemuda. Itupun hanya dua yang besar. Yang dua hurup dan tiga hurup istilahnya. Tak berani aku nyebutnya lengkap. Baek-baek nya orang tu. Kon-kawan jugak dua-duanya.
Memang pernah oknum kedua ormas tu betumbuk. Hanya soal kecik nya. Ujung-ujungnya banyak yang bendol kepalanya. Sempat malu kami kerna orang tu kejar-kejaran di jalanan. Seram kali. Begitu datang Polisi, ada yang berondok ke semak-semak. Sebagian cicing. Ini cicing medan, Bang. Artinya kabur. Bukan cicing bahasa sunda. Rame kali kejadiannya. Masuk tipi pulak. Ih, malu kali kami saat itu, bang. Mau ditarok kemana mukak kami. Untunglah sudah dame.
Bang, ada satu lagi mau ku bilang sama abang. Merinding aku liat poto abang lagi maen-maen air sama binik abang, kak Atalia. Lepas sepatu pulak. Tak gengsi nya abang ku tengok turun ke lapangan kek gitu. Hati penduduk pasti sejuk liat pemimpinnya kek gini.
Memang pernah ada dulu pejabat laen kek abang. Begaya dia masuk paret ku tengok. Celananya aja pun kondor. Tak malu. Lencananya yang sebesar jengkol itu pun tetap dipakeknya. Pencitraan nya dia kurasa. Sambil menyelam minum lumpur kawan tu. Tak ada hasilnya. Sia-sia.
Jadi, cok abang pikir-pikir ya. Cok abang trei dulu. Mungkin perlu istikaroh, tak apa nya.
Kalok kemaren abang tulis surat KE JAKARTA TIDAK KE JAKARTA, kerna menolak jadi gubernur jakarta.
Semoga nanti abang bersedia jadi calon gubsu, tulislah surat KE MEDAN PERANG AKU KAN BERBAKTI. Jadi mirip dengan lagu perjuangan dengarnya. kalok cocok nya sama abang, seken dulu. Salaman kita.
Aku sama kon-kawan sering bekombur tentang abang di kede sampah mak dinal. Kadang di langgar Al Ikhlas pinggir sunge deli. Titip salam orang tu ha. Si sangkot, si james, si togu, si tumiur, sama si tambi.
Kalau abang nanti ke medan lewat kuala namu, sudah kubilangkan sama si kotan, jangan sampek bang Emil sengsara disana. Dia jamin abang nanti diurusnya. Percuma dia jadi porlep disana.
Seginilah suratku ya bang.
Salam sukses buat abang. BANG GUBSU.
Marelan Medan, 31 Maret 2016
Si Pesal Nameda alias Faisal Yusuf Rasyid
Twitter : @faisalyusra
Facebook : faisal.yusra
Fan Page : Celoteh Pesal Nameda

Selasa, 15 Desember 2015

Perjuangan Hati Jurusita Pengganti Blangkejeren Menyampaikan Panggilan Sidang




Potret Jurusita pengganti Pengganti yang ada di Mahkamah Syar’iyah blangkejeren. Jalan tanah berlumpur menembus hutan dataran tinggi Gayo Lues yang masih perawan sering dilakoni oleh Jurusita Pengganti dalam melaksanakan tugas mengantar surat panggilan kepada para pihak yang berperkara. Tapi Alhamdulillah dengan adanya tugas mengantar surat ke para pihak bisa membantu dan sebagai penghargaan bagi jurusita pengganti yang umumnya merangkap tugas lain yang menumpuk dimeja walupun bukan tugas pokok jurusita, A.n perintah dari pimpinan semua itu dilaksanakan dengan iklas dan senang hati. Semoga Allah SWT selalu melindungi Jurusita pengganti MS Blangkejeren yang melaksanakan tugas dan dengan selamat kembali ke tengah-tengah keluarga yang selalu menunggu dengan setia di rumah..amiiinnnn...

Curahan Hati Jurusita Pengganti Blangkejeren Menyampaikan Panggilan Sidang


Seperti biasanya setelah menikmati istirahat selama dua hari pada hari Sabtu dan Minggu kawan-kawan mengawali pekerjaannya dengan semangat yang tinggi dengan pikiran yang sangat fresh. Namun di hari tersebut kawan kita yang bernama HI dan FI para jurusita pengganti Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren kelihatan lesu dan kurang bersemangat.
Setelah mereka duduk baru kawan-kawan menanyakan duduk persoalanyanya mengapa kelihatan galau sekali dan tidak bersemangat. Dengan meneguk secangkir teh yang dibuatkan oleh Saudara Sukaji, mereka menceritakan bahwa dalam beberapa bulan ini banyak sekali masalah dan  kesulitan yang menghampiri mereka, karena mereka selalu seperti kurang dihargai dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai jurusita pengganti.

Untuk menyampaikan relas panggilan kepada pihak Tergugat saja kadang-kadang  meraka harus beberapa kali mendatangi rumah para pihak dan selalu tidak ketemu dengan pihak Tergugat. “ Mengapa kok tidak diantar saja ke Kelurahan tanya Seorang Pegawai “. Nah itu masalahnya bahwa Lurah ataupun Kepala Desa di Gayo Lues ini sebagian besar tidak tidak ditempat karena siang harinya mereka juga keladang, ada juga yang keluar daerah, ada juga yang tidak mau menerima  atau menanda tangani Relas panggilan yang disampaikan oleh Juru Sita Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren dengan alasan  bahwa pihak yang dimaksud bukan warganya, dan Para Kepala Desa (Pengulu, sebutan untuk Kepala Desa di Gayo Lues)  bersikeras untuk tidak menanda-tangani panggilan yang disampaikan jurusita pengganti. hal itu terjadi karena umumnya kurang tertibnya administrasi kependudukan disini, dimana keluar masuk penduduk tidak dilaporkan kepada kepala desa, sehingga sering kali alamat yang diberikan pada saat memasukkan Permohonan/Gugagatan ke Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren, tidak sesuai dengan tempat tinggalnya saat proses perkara berjalan. 



Hal ini mengakibatkan jurusita pengganti kesulitan menjalan kan tugasnya. Kendala yang terberat lainya adalah medan yang dilalui setiap kali meraka bertugas, tidak jarang mereka mengalami kecelakaan karena medan Extrim yang dilaluinya ketika bertugas, diperparah lagi kondisi seperti sekarang ini musim penghujan, dimana sepanjang jalan longsor dan bahkan putus total. Para jurusita pengganti harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bisa melalui tumpukan longsor dengan bantuan warga setempat yang menyediakan jasa pelewati kendaraan dengan tarif tertentu. Hal ini membuat para jurusita pengganti harus mengeluarkan biaya pribadinya, dengan jarak tempuh 1 s/d 3 jam bukan hanya 1 atau 2 titik jalan saja mengalami hal seperti itu namun lebih dari 1 kali, bayangkan jika setiap satu titip longsor mereka harus membayar Rp50.000, upah melewati kendaraannya supaya bisa sampai tujuan. Jika lebih dari 1 titip bisa di kalikan berapa biaya yang harus dikeluarkan para jurusita pengganti. Namun para jurusita pengganti ini tidak juga mengeluh dan tidak juga pernah menyampaikannya ke pimpinan dan juga yang lainnya. Tetapi apa yang didapat dari itu semua, yang ada selalu kena marah yang belum tentu itu kesalahan para jurusita pengganti, melainkkan para PP itu sendiri yang kurang cermat, tetapi yang namanya bawahan tetap menerima apasaja teguran dari atasannya. Jurusita pengganti juga manusia, dan pegawai lain juga manusia apakah bapak-bapak semua sudah selalu benar dan tak pernah salah? Timbul pertanyaan pada diri masing-masing jurusita pengganti, apakah selama ini bapak-bapak (PP) sudah menjalankan tugas berdasarkan pada SOP masing-masing. Kalau bapak-bapak sudah menjalankan sesuai dengan SOP nya, kemungkinan hal-hal teknis seperti ini jarang terjadi. Jadi para jurusita pengganti tidak lagi disalahkan, karena sebenarnya merekalah para (PP) yang teledor.

Disisi lain ketua majelelis ada yang berpandangan berbeda ada yang dapat menerima jika relaas tidak ditandatangani dengan alasan tidak berjumpa keduanya, ada juga yang tidak menerima karena berpandangan relaas panggilan baru sah dan patut jika di tanda tangani yang bersangkutan atau kepala desa. Permasalahan-permasalahan yang seperti ini yang membuat beban para petugas jurusita pengganti. karena seperti ada yang kurang sempurna jika panggilan itu tidak diterima dan ditanda-tangani oleh yang berhak dengan sah dan patut, sedangkan mereka sudah mengupayakan yang maksimal dalam menjalankan tugasnya yang diperintahkan oleh Majelis Hakim dan Pimpinan.
Seperti kita ketahui bahwa Surat Panggilan (Relaas) merupakan salah satu instrument yang sangat penting dalam proses beracara di Pengadilan, tanpa surat panggilan maka kehadiran para pihak di persidangan tidak mempunyai dasar hukum. Surat Pangilan (Relaas) dalam Hukum Acara Perdata dikatagorikan sebagai akta autentik.
Pasal 165 HIR dan 285 R.Bg serta pasal 1865 BW menyebutkan akta autentik adalah suatau akta yang dibuat dihadapan pegawai umum dalam bentuk yang ditentukan oleh Undang-undang yang berlaku. Sehingga apa yang dimuat dalam relaas harus dianggap benar kecuali dapat dibuktikan sebaliknya.

Panggilan dalam Hukum Acara Perdata adalah menyampaikan panggilan secara resmi dan Patut  kepada pihak-pihak yang terlibat dalam suatu perkara di pengadilan agar memenuhi dan melaksanakan hal-hal yang diminta dan diperintahkan majelis hakim.
Yang dimaksud Resmi adalah pemanggilan harus tepat menurut tata cara yang telah ditentukan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan yang disebut Patut adalah dalam menetapkan tanggal dan hari persidangan hendaklah memperhatikan letak jauh dekatnya tempat tinggal pihak-pihak yang berperkara, yakni tenggang waktu yang ditetapkan tidak  boleh kurang dari tiga hari sebelum acara persidangan dimulai dan didalamnya tidak termasuk hari besar atau hari libur.

Menurut Undang-Undang 9 tahun 1975 dan pasal 138 ayat ( 3 ) dan  kompilasi Hukum Islam, jika para pihak yang dipanggil tidak dijumpai ditempat kediamannya, maka panggilan harus diserahkan melalui Kepala Desa atau Pengulu baru dianggap sah.

Kamis, 07 Mei 2015

Masalah Tabel Nama Ruangan Pada Aplikasi Simak Terhapus

Baru saja saya kebingungan saat sedang meng-inventarisir barang-barang BMN di kantor saya, dimana pada saat tabel sementara yang saya buat untuk menampung barang-barang yang sedang saya kumpulkan untuk di inventarisir saya hapus dengan karena kode ruangannya salah. Kode ruangan yang seharusnya 3 digit (021) tetapi saja buat tabelnya dengan kode 2 digit (21).

Masalahnya muncul ketika saya menghapus tabel tersebut lupa saya pindahkan barang-barang yang sudah terlanjut saya masukkan ke tabel tersebut, alhasil ketika tabel ruangannya sudah terhapus, barang didalamnya tidak ditemukan lokasinya.

Hadeh,,,tambah Puyeng dehh......

Seharian saya googliiing...namun tidak dapat solusinya tentang masalah itu.....(DISITU KADANG SAYA MERASA SEDIH)

Pencerahan datang keesokkan harinya, saya mencoba membuat kembali kode tabel yang saya hapus kemarin dengan nomor yang sama yaitu 21. eh ternyata bisa, barang barang tersebut dikenali dengan nomor ruangan 21. dan barang banrang yang hilang tersebut muncul kembali. alhamdulilah ,,

Dari situ baru kemudian saya bisa memintah kan barnag tersebut kembali dari ruangan sementara dengan kode 21 ke ruangan asalnya yang dituju dengan kode 021.

Sabtu, 29 November 2014

Cara Memindahkan Ruang Penyimpanan Dari Internal ke SDCard Xiaomi Redmi 1S

Cara Memindahkan Ruang Penyimpanan Dari Internal ke SDCard Xiaomi Redmi 1S - Xiaomi Redmi 1S memiliki ruang penyimpanan internal sebesar 8 GB, cukup lapang untuk menaruh file dan aplikasi. Namun, manfaat memori internal tersebut menjadi kurang maksimal karena bukaa hanya aplikasi pihak ketiga saja yang otomatis tersimpan di memori internal akan tetapi hasil foto kamera, galeri, dan musik pun ikut tersimpan di Internal, sehingga membuat kinerja perangkat ini jadi tdak maksimal.

Pada ROM MIUI Redmi 1S versi 36 stable kebawah, memori internal di set menjadi primary oleh system perangkat ini. Pada galeri dan musik Redmi 1S hanya dapat membaca file yang tersimpan pada internal yang kapasitasnya sekitar 8GB tersebut. Apabila pengguna Xiaomi Redmi 1S sedikit paham mengenai sistem Android, ada sebuah global ROM versi 37 yang pas untuk Redmi 1S yang dimana pada versi 37 ini terdapat fitur pilihan storage yang berfungsi menyimpan foto, galeri, dan musik di memori eksternal.
Cara Memindahkan Ruang Penyimpanan Dari Internal ke SDCard Xiaomi Redmi 1S

Cara Memindah Ruang Penyimpanan Internal ke SDCard Redmi 1S

1. Langkah pertama, Redmi anda dalam keadaan Root, apabila belum di Root, silahkan ikuti langkah-langkah Root disini.

2. Setelah melakukan proses rooting, aktifkan Root Permission dari aplikasi Security < Permission

Cara Memindahkan Ruang Penyimpanan Dari Internal ke SDCard Xiaomi Redmi 1S
3. Selanjutnya unduh WSM Manager dan XExtStorage lalu install, namun jangan buka XExtStorage
4. Berikutnya, buka WSM Manager
5. Lalu klik tombol Install, ijinkan hak akses root apabila muncul prompt, setelah proses tersebut selesai kemudian pilih reboot
6. Copy seluruh file yang terdapat pada folder Internal storage/Android/data/ ke SDCard/Android/data/ menggunakan Explorer bawaan. Apabila folder Android/data/ belum terdapat pada SDCard, silahkan anda buat sendiri
Cara Memindahkan Ruang Penyimpanan Dari Internal ke SDCard Xiaomi Redmi 1S
7. Selanjutnya buka WSM Manager lagi
8. Lalu aktifkan module XExtStorage
9. Dan Reboot perangkat anda.
Cara Memindahkan Ruang Penyimpanan Dari Internal ke SDCard Xiaomi Redmi 1S
10. Berikutnya buka XExtStorage
11. Ganti primary SDCard menjadi /storage/sdcard1/ dan secondary SDCard /storage/sdcard0/
12. Selesai
Sampai tahap berikut ini, file yang berada di Internal storage/Android/data/ dapat anda hapus
Cara Memindahkan Ruang Penyimpanan Dari Internal ke SDCard Xiaomi Redmi 1S
Apabila ada aplikasi yang rusak atau tidak dapat terbuka, silahkan buka Menu App Blacklist dan kemudian tambahkan aplikasi yang rusak tersebut lalu reboot lagi perangkat anda.
 
sumber AXOTECHNO™.

Rabu, 29 Oktober 2014

Suamimu Seorang Programmer..?

Jika suamimu seorang Programmer, dan dia banyak melamun saat kalian berdua makan bersama dirumah. itu tanda bahwa dia sedang menduakanmu. dia menduakanmu dengan program yang sedang dikerjakannya. dia sedang berpikir tentang algoritma untuk menyelesaikan sebuah fitur yang sedang dibuatnya.
Tapi tenanglah.. dia tidak akan lama menduakanmu, setelah pekerjaannya selesai. dia akan menghampirimu dengan senyum yang menawan. dan berbagi cerita, bahwa dia telah menyelesaikan pekerjaan yang hebat.
Jika kau punya keinginan untuk jalan jalan atau apapun. inilah saat yang tepat untuk mengatakannya.

Jika suamimu seorang Programmer, yang lebih sering bekerja dari rumah dan menghabiskan sepanjang hari di depan komputer. dan kau melihat tanda tanda perutnya mulai membuncit, ingatkan dia, bagaimana dia menjaga penampilan saat mendekatimu dulu. Permintaan seorang istri terkadang lebih kuat daripada motivasi seorang lelaki.
Jika suamimu seorang Programmer, yang sampai larut malam masih di depan komputernya dan kau menyadari bahwa dia telah duduk terlalu lama disana. cukup bisikkan kata lembutmu… “Aku menghargai kerja kerasmu, dan aku sangat bangga memiliki suami sepertimu. tapi aku juga ingin memiliki suami yang sehat. jadi istirahatlah sekarang….”. Jika itu tidak mempan. saatnya kamu untuk mematikan listrik dirumahmu.
Jika suamimu seorang Programmer, yang kau rasa terlalu banyak pertimbangan dalam berbagai hal. pahamilah bahwa mungkin dia terlalu larut dengan pekerjaannya. Pekerjaannya menuntutnya untuk membuat semuanya begitu terencana. harus selalu ada Plan B jika Plan A gagal. harus ada Plan C jika Plan B gagal. selalu memperhatikan inputan apa saja yang dikirimkan, prinsip If Else akan selalu dipegangnya erat erat. Kau cukup mengingatkannya bahwa kehidupan ini bukan seperti program yang ia kerjakan.
kehidupan ini telah sangat terstruktur dan yang perlu dilakukan hanyalah melakukan yang sebaik baiknya tanpa rasa takut.
Karena kehidupan ini telah dirancang oleh Dzat yang kemampuannya sangat melebihi Programmer.
-- Dwinawan Hariwijaya --

Selasa, 28 Oktober 2014

Membuat daftar gambar/tabel secara otomatis pada Ms. Word 2007

Pada postingan sebelumnya, saya sudah menuliskan bagaimana cara membuat daftar isi secara otomatis pada Ms. Word 2007. Kali ini saya mencoba membahas sebuah fasilitas pada Ms. Word 2007 untuk membuat daftar gambar/daftar tabel secara otomatis. Fasilitas ini menurut saya sangat berguna dalam pembuatan sebuah laporan atau tulisan lainnya yang berisi banyak tabel atau gambar.
Berikut langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat daftar gambar/daftar tabel secara otomatis.
1. Pilih gambar/tabel dengan mem-blok gambar lalu klik kanan insert caption untuk memberikan judul gambar/tabel.
Insert Caption
2. Pada kotak dialog caption, berikan nama pada gambar/tabel kemudian pilih label yang diinginkan dan posisi dari caption. Kita dapat menambahkan label baru sesuai dengan keinginan kita dengan meng-klik New Label.
kotak dialog Caption
3. Lakukan pemberian caption untuk gambar/tabel lainnya dengan cara yang sama.

4. Untuk membuat daftar gambar/tabel, tempatkan kursor pada halaman yang akan digunakan untuk membuat daftar gambar/tabel, lalu pilih menu References–>Table of Figures.
5. Pada kotak dialog Table of Figures lakukan pengaturan daftar gambar yang akan dibuat (nomor halaman, alinea nomor halaman, hiperlink, dsb.) dan pilih label caption yang akan digunakan (tabel/gamber/label lain)  lalu klik OK.
kotak dialog Table of Figures
Contoh hasil daftar gambar/tabel
6. Jika terjadi perubahan pada halaman, judul gambar/tabel, atau perubahan-perubahan lain, lakukan penyesuaian pada daftar gambar /tabel dengan mem-blok daftar gambar/tabel, lalu klik kanan–>update field dan pilih jenis update yang akan dilakukan (hanya nomor halaman/keseluruhan).