“Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau…” Siapa
yang tidak kenal lagu nasional ini? Sebuah lagu yang menggambarkan
betapa luas tanah air yang kita cintai, Republik Indonesia. Namun
sudahkah anda mengunjungi atau paling tidak mengetahui 2 tempat yang
berada di ujung wilayah Indonesia tersebut? Bagi kita yang berada di
Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Maluku, kota Sabang dan
Merauke terasa (dan memang kenyataannya) sangat jauh. Jadi jangan heran
ketika mengunjungi Pulau Sabang atau Pulau Weh anda justru banyak
bertemu dengan wisatawan Malaysia, karena secara geografis mereka lebih
dekat. Dengan biaya yang jauh lebih murah dan waktu lebih cepat mereka
liburan ke Sabang mungkin seperti orang Jakarta berlibur ke Kepulauan
Seribu. Awal April 2012, setelah sehari sebelumnya berwisata singkat di
Banda Aceh saya akhirnya berhasil menginjakkan kaki di ujung barat
wilayah Indonesia dan tercatat sebagai pengunjung tugu 0 km Sabang yang
ke 52.485. Yippiee……
Pulau Weh atau yang lebih terkenal dengan nama Sabang terletak di
barat laut Pulau Sumatra. Pualu ini dikelilingi oleh Selat Malaka di
Utara, Samudera Hindia di Selatan, Selat Malaka di Timur dan Samudera
Hindia di Barat. Pulau dengan luas 156,3 km² terdiri dari beberapa pulau
kecil yang terbentuk sebagai akibat dari letusan gunung yaitu Pulau Weh
(121 km2), Pulau Rubiah (0,357 km2), Pulau Seulako (0,055 km2), Pulau
Klah (0,186 km2), dan Pulau Rondo (0,650 km2). Pada jaman pemerintahan
Hindia Belanda, dermaga Sabang telah menjadi pelabuhan penting sebagai
pangkalan batubara untuk Angkatan Laut Kerajaan Belanda yang kemudian
dikembangkan menjadi lalu lintas perdagangan barang.
Santai Bang, ini di Sabang…
Pemerintah Indonesia pada tahun 2000 menetapkan Sabang sebagai Zona
Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, bayangan saya dengan penetapan
tersebut saya akan menemukan kota yang sibuk dengan lalu lintas barang
dan jasa. Namun ternyata kota Sabang tidaklah seramai dugaan saya,
apalagi jika anda jalan-jalan di kotanya setelah jam 12 siang, kota ini
sangat sangat sepi. Menurut Bang Arphen, sopir kami selama di Sabang,
ketika datang waktu dzuhur maka aktivitas penduduk di sini berhenti,
mereka akan beristirahat hingga maghrib.
Santai Bang, ini di Sabang…. Nikmati saja segarnya udara dan keindahan alam yang tersaji di setiap sudut pulau.
Transportasi menuju Sabang:
Sabang telah memiliki bandara udara bernama Maimun Saleh, namun
bandara ini hanya digunakan untuk kepentingan militer. Untuk mencapai
pulau Sabang atau Pulau Weh anda dapat menyeberang melalui Pelabuhan
Ulee Lheue (Aceh) menuju Pelabuhan Balohan (Sabang). Bagaimana anda bisa
tiba di Pelabuhan Ulee Lheue (Aceh) bisa di baca dulu
Panduan Wisata Banda Aceh
- Tarif taxi Bandara Sultan Iskandar Muda Airport – Pelabuhan Ulee Lheue: Rp. 90,000
- Tarif carter labi-labi dari terminal bus – Pelabuhan Ulee Lheue: Rp.
60,000. ngeteng dengan labi-labi atau becak motor sekitar Rp. 2,000 –
Rp. 5,000.
- Tarif taxi Pelabuhan Ulee Lheu – Bandara Sultan Iskandar Muda (jika ingin city tour, 1- 2 jam): Rp. 150.000 – Rp. 200.000,-
Tersedia 2 jenis kapal yaitu kapal cepat dengan jarak tempuh sekitar
45 menit dan kapal/ferry/roro dengan jarak tempuh 2 jam. Jika anda
membawa kendaraan pribadi maka pilihan anda adalah kapal Ferry. Saat ini
tersedia 1 kapal Ferry (Kapal KMP BRR) dan 2 (dua) kapal cepat yaitu
Kapal Express Bahari dan Kapal Pulo Rondo. Jika anda menjadi salah satu
penumpang Kapal
Pesiar MV. Seabourn Pride saat ini kapal pesiar tersebut
mengagendakan untuk transit di Sabang 5 kali dalam setahun
Jadwal dan Harga tiket KM Bahari dan Pulo Rondo
Jadwal Dari Pelabuhan Ulee Lhee, Banda Aceh:
- KMP BRR: Senin, Selasa, Kamis, Jum’at (1 x sehari) Pukul: 14.00. WIB
| Rabu, Sabtu, Minggu (2 x sehari) Pukul: 10.30. WIB dan Pukul 16.30
WIB
- Kapal Cepat Pulo Rondo: Setiap hari Pukul: 09.30. WIB
- Kapal Cepat Express Bahari: Setiap hari Pukul: 16.00. WIB
Jadwal Dari Pelabuhan Balohan Sabang:
- Kapal lambat/roro – KMP BRR: Senin, Selasa, Kamis, Jum’at (1 x
sehari) Pukul: 08.00. WIB | Rabu, Sabtu, Minggu (2 x sehari) Pukul:
08.00. WIB dan Pukul 14.00 WIB
- Kapal Cepat Pulo Rondo: Setiap hari Pukul: 16.00. WIB
- Kapal Cepat Express Bahari: Setiap hari Pukul: 08.00. WIB
Tarif Kapal Aceh – Sabang | Sabang – Aceh:
- Tarif Kapal Cepat Pulo Rondo : Ekonomi Dewasa Rp 60.000 | Bisnis Dewasa Rp 75.000 | VIP Dewasa Rp 85.000
- Tarif Kapal Cepat Express Bahari : Ekonomi Dewasa Rp 55.000 | Eksekutif Dewasa Rp 65.000 | VIP Dewasa Rp 85.000
- Tarif Kapal KMP BRR: Ekonomi dewasa: Rp 11.500, anak-anak: Rp
18.500 | Bisnis dewasa : : Rp 27.500, anak-anak : Rp 20.500 | Eksekutif
dewasa : Rp 36.500, anak-anak :Rp 26.500.
- Tarif Kendaraan naik Kapal KMP BRR: Sepeda : Rp 8.500 | Sepeda Motor
: Rp 21.000 | Sepeda Motor Roda Tiga : Rp 73.000 | Mobil : Rp 155.000
- Khusus untuk roda empat harus lebih cepat tiba di pelabuhan sebab tempat terbatas dan berlaku sistem antrian.
- Phone Kapal Bahari : 0812 6967 0643 | 0852 6058 0996
- Phone Kapal Rondo : 0651 7409194
Transportasi di dalam kota Sabang:
Jika anda belum menyewa kendaraan maka anda diharuskan naik angkutan
resmi dari Organda yaitu mobil L-300. Bisa di antar sampai kota Sabang
dengan tarif Rp. 15.000 – Rp. 20.000 atau dengan harga nego untuk di
antarkan sampai ke penginapan. Kisaran tarif per orang dari pelabuhan
Balohan sampai pantai Sumur Tiga Rp. 25.000 – Rp. 30.000, Pelabuhan
Balohan sampai pantai Gapang Rp.40.000 – RP. 45.000, Pelabuhan Balohan
sampai Iboih Rp. 50.000.
Kami sendiri memilih menyewa mobil (dengan AC):
- Day 1: Pelabuhan Balohan – Iboih: Rp. 50.000,- per orang
- Day 2: Keliling Sabang 1 hari: Rp. 400.000,- (mobil, bensin, sopir)
- Day 3: Pantai Sumur Tiga – Pelabuhan Balohan: Rp. 50.000,- (mobil, bensin, sopir). Harga
sewa hari ke-3 lebih murah dari tarif pada umumnya karena di hari ke-2
kami menggunakan mobil hanya setengah hari karena hujan membuat kami
hanya sempat mengunjungi Tugu 0 km, Pantai Gapang, keliling kota Sabang
(yang ternyata sangat sangat sepi, bahkan RM-pun tutup) dan pantai Sumur
Tiga.
Selain mobil, anda juga bisa menyewa motor.
- CP sewa mobil (tanpa AC): Pak Agus 0813 6001 4721
- CP sewa mobil dan motor (dengan AC): Bang Arphen 0852 6010 6230
- Rental Motor: Rp. 60.000,- Rp. 100.000 (motor + bensin)
- Sewa Boat Iboih-Pulau Rubiah Rp. 200.000,-
- Sewa alat snorkling = 45.000,-
- Rental Mobil Rp. 400.000,- (maksimal 8 jam)
Tempat Makan di Sabang:
Kuliner di Sabang
Rumah makan / warung kopi / cafe di Sabang tersebar di kota dan di
tempat lokasi wisata. Di kota Sabang, sebagaian besar terdapat di Jalan
Perdagangan Sabang seperti : RM. Dynasty, Kedai Pelita, Kedai Serba
Rasa, Kedai Solo, RM. Bintang Mas Utama, RM. Bintang Mas, RM. Murah
Raya, RM. Perkasa Utama, RM. Robusta, RM. Sederhana, Warung Kopi Bireun
Jaya, Warung Kopi Mandiri, Kedai Kesuma, Kedai Kopi Pulau Jaya, Kedai
Mie Sedap, RM.Lumbung Sari, Warung Kopi Sabang Indah 2, Kedai Pelangi.
Di kawasan lainnya terdapat Café SPAN, RM. Burnawati, RM. Anugerah,
Gulai Kambing Karantina, Jack Café Paradise, Café PUM, Café Paradiso,
Café Kelapa Gading, Café Sunset,Café Rizki, Café Sabang Fair dan Café
Abang Sayang. Di kawasan wisata gapang terdapat: Restoran Gapang Resort,
Warung Kopi Nasi Laguna dan Café Zero. Di kawasan wisata Iboih
terdapat: Café Olala, Restoran Arina, Restoran Fatimah, Café Kuala dan
Iboih Inn Resort and Resto. Di pulau Rubiah terdapat Café Peunedden. Di
pantai Sumur Tiga terdapat Restoran Rousseau Santai. Di pantai Anoi Itam
terdapat Tuna Café.
Penginapan di Sabang:
Penginapan Iboih Inn Resort
Awalnya kami ingin menghabiskan 2 malam di Iboih dengan pertimbangan
di tempat tersebut kami bisa setiap saat bisa kepleset ke pantai yang
bersih, jernih dan bergosip cantik dengan kawanan ikan, namun balasan
email dari Kak Liza pemilik Iboih Inn menyebutkan hanya tersedia kamar
untuk tanggal 5 April. Dengan pertimbangan ingin menikmati suasana
pantai yang lain akhirnya kami menjatuhkan pilihan menginap di pantai
Sumur Tiga, tepatnya di resort milik opa Freddie (orang Italy) Santai
Sumur Tiga yang sangat direkomendasikan oleh temen saya,
kokoh (entah di bayar spaghetti berapa piring ni orang

). Booking penginapan di Iboih Inn dan Santai Sumur Tiga sangat mudah,
bisa dengan email atau isi formulir di website-nya. Berbeda dengan
Iboih Inn yang mengharuskan kita transfer DP 50%, Opa Freddie
membebaskan DP, namun kita harus konfirmasi kembali untuk memastikan
waktu check in.
Penginapan Santai Sumur Tiga
- Tanggal 5 april menginap di Iboih Inn: deluxe fan seaview (2 kamar +
1 extra bed) Rp. 600.000,- (include sarapan). DP 50% bisa dikirim ke
rekening saliza mohamadar.
- Tanggal 6 April menginap di Santai Sumur Tiga: bungalow (2 kamar + 1 extra bed) Rp. 600.000,- (prices weekend).
- Harga extra bed di kedua penginapan tersebut sama, Rp. 50.000,-
Di Iboih masih banyak penginapan dengan harga murah, akhir tahun 2011
teman saya mendapat kamar seharga Rp. 40.000 untuk 2 orang, sayang
sesuai dengan kenununannya, dia tidak begitu ingat nama penginapannya.
Lokasinya agak jauh dari pantai dengan fasilitas seadanya.
Penginapan di Iboih, Sabang
Daftar Penginapan di Pulau Sabang:
- Arina Bungalow, Iboih, Sabang
- Casa Nemo: Jln. K.H. Agus Salim Ie Meulee Sabang. Phone: +62 8126922598. Harga Rp. 220.000 – Rp. 280.000
- Dirgantara Guest House: Jln. Diponegoro Sabang,
- Fatimah Bongalow, Iboih.
- Fina Bungalow, Iboih. Phone: +62 85262111366. Harga: Rp. 150.000 (Tanpa AC)
- Gapang Resort, Gapang. Phone: +62 81360272270. Harga: Rp. 250.000 (AC)
- Hotel Holiday: Jln. Perdagangan Belakang, Kota Bawah Barat Sabang. Phone: +62 652 21131. Harga: Rp. 50.000 – Rp. 425.000
- Hotel Kartika: Jln. Teuku Umar No. 21. Kuta Bawah Sabang. Phone: +62 652 21344
- Hotel Perdana Beach Sumur TigaJln. Ujung Kareung, Sabang
- Hotel Pulau Jaya: Jln. Teuku Umar No 17-19, Kota Bawah Barat, Sabang. Phone: +62 652 22168. Harga: Rp. 35.000 – Rp. 170.000
- Hotel Putra Salju: Jln. Teuku Umar No. 16 Sabang. Phone: +62 652 22747. Harga: Rp. 110.000 – Rp. 440.000
- Hotel Rasa Seni: Jln. Anoi Itam, Sabang
- Hotel Seulanga: Jln. Baypass. Cot Ba’u, Sabang
- Iboih Inn Resort and Resto, Iboh. Harga Rp. 130.000 – Rp. 350.000. Kak Syaliza +62 811 841 570, +62 812 699 1659, email: iboih.inn@gmail.com | website: www.iboihinn.com.
- Kartini Home Stay: Jln. Teuku Umar No. 25. Sabang, Phone: +62 652 21256
- Leguna Resort, Gapang. Phone: 081377066662
- Losmen Calok: Jln. Panglima Polem, Kuta Barat Sabang
- Losmen Pum: Jln. Teuku Umar Sabang. Phone: +62 652 21235
- Losmen Rizky (Wisma Telkom): Jl. A. Yani No.20 Sabang. Phone: +62 652 21575. Harga Rp. 55.000 – Rp. 82.500
- Losmen Sabang Merauke: Jln. Teuku Umar Kuta Bawah Sabang Phone : +62 652 21256
- Lumba-Lumba Cottage, Gapang. Phone : +62 652 331133
- Mamamia BungalowIboih Sabang
- Mess Hanafiah: Jln. Lapangan Yos Sudarso, Sabang.
- Mess Hiu Kencana: Jln. Tek Tok Kuta Timu Sabang Phone: +62 652 21116
- Monle Cottages : Jln. Sumur Tiga, Sabang. Phone: 0852 7741 4321. Harga: Rp. 200.000
- Nagoya Inn: Jalan Cut Mutia No 34 Kota Atas Sabang. Phone: +62 652 22311. Harga: Rp. 225.000 – Rp. 300.000
- Pantai Kasih Guest House: Jln. Sultan Hasanuddin Sabang, Phone: +62 652 21066
- Perdana Beach: Jln. Ujung Kareung, Sabang. Phone: Tasmaldi +62 85262071939. Harga: Rp. 200.000
- Pondok Tapak Gajah: Jln. Tapak Gajah, Jurong Keuramat, Ie Meulee Sabang
- Pum Losmen: Jln. Teuku Umar Sabang. Phone: +62 81269896654. Harga: Rp. 60.000 – Rp. 140.000
- Ramadila BungalowPantai Gapang, Sabang
- Sabang Guest House: Jl. Teuku Umar No.23-25 Sabang. Phone: +62 652 21186. Harga: Rp. 150.000 – Rp. 250.000
- Samudra Hotel: Jln. Diponogoro Kota Atas Sabang. Phone +62 652 21503
- Santai Sumur Tiga (Freddy): Jln. Ujung Kareung, Sabang. Phone: +62
81360255001. Harga: Rp. 185.000 – Rp. 295.000. Breakfast (from 07.30) Rp
30,000/person (06.30 for early departures to ferries). Dinner (starters
served 19.30) Rp 65,000/person. Email: santaisumurtiga@yahoo.com.au | Website: www.santai-sabang.com/
- Tuna Paradise Resort Jln. Ujung Kareung Anoi Itam Sabang. Phone: +62 652 7010355
- Wisma Airud: Jln. Perdagangan Kuta Barat Sabang
- Wisma Lanudal: Jln. Yos Sudarso Sabang
- Wisma Zahira: Jln. Sultan Hasanuddin Phone : +62 652 22444
Itinerary Wisata Pulau Sabang:
Perjalanan Aceh – Sabang
Kamis, 5 April 2012:
- 08.30 – 09.30: Perjalanan Aceh – pelabuhan Ulee Lheue
- 09.30 – 10.15: Pelabuhan Ulee Lheue – Pelabuhan Balohan
- 10.15 – 12.00: Pelabuhan Balohan – Penginapan Iboih Inn
- 12.00 – 13.00: Makan Siang
- 13.00 – 17.00: Snorkling di Iboih dan Pulau Rubiah.
Ke Pulau Klah, Pulau Rondo dan Pulau Seulako
- 17.00 – 18.30:
Menikmati sunset Tugu Nol Kilometer
- 18.00 – subuh semedi
Jum’at, 6 April 2012:
- 09.00 – 10.00: Checkout dari Iboih inn
- 10.00 – 13.00: Keliling Pantai: Pantai Gapang,
Pantai Kasih, Pantai Pasir Putih, Pantai Anoi itam, Pantai Tapak Gajah atau Pantai Lhung Angen, Danau Aneuk Laot
- 13.00 – 14.00: Checkin di Santai Sumur Tiga
- 14.00 – 17.00 Menikmati Pantai Sumur Tiga
- 17.00 – 19.00 Jalan malam di kota Sabang
Sabtu, 7 April 2012:
- Subuh – 07.30: packing, checkout dan menuju pelabuhan
- 08.00 – 08.45: perjalanan pelabuhan Balohan Sabang – pelabuhan Ulee Lheue Aceh
- 08.45 – 11.25: menuju bandara Sultan Iskandar Muda, lanjut ke Medan
Kapal Pulo Rondo
meninggalkan pelabuhan Ulee Lheue pukul 9.40 WIB, selama 45 menit kita
disuguhi pemandangan perbukitan hijau yang cantik bersanding dengan
birunya laut dan langit cerah. Tiba di pelabuhan Balohan kami sudah di
jemput Bang Arphen, tapi berhubung si abang tidak sempat mendapat ijin
dari pelabuhan kami di minta naik dulu ke mobil L300. Setelah di luar
pelabuhan baru pindah ke mobil sewaan yang akan mengantar kami ke
Iboih.
Mie Jalak di Kedai Kopi Pulau Baru, Sabang
Seperti wisatawan udik lainnya, saya terkesima dengan pemandangan di
kota yang baru pertama kalinya saya datangi (semoga berlanjut). Jalan
raya lebar dengan aspal bagus dan di kanan kiri ada saja pemandangan
indah yang sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja (Baca: turun dari
mobil, foto-foto, senyum 3 jari). Kami melewati kantor pemerintah yang
berada di sekitar taman kota dengan view pantai, whoaaa… gimana gak
betah kerja di kantor seperti itu, kata temen… kalo stress tinggal
loncat ke laut. Di kota Sabang udah gatel pengen turun lagi foto di
tengah jalan yang sepi dengan pohon besar di kanan kiri jalan yang
rantingnya menaungi jalan raya, tapi perut dah keroncongan minta di isi.
Kami makan siang di kedai kopi yang cukup kondang bagi para traveler,
Kedai Kopi Pulau Baru. Kedai ini terkenal dengan mie jalak dan kopi
susu, tapi kami menikmati mie jalak hanya dengan es teh manis.
Menurut Kak Liza (pemilik Iboih) sebaiknya rute kami yang awalnya
dari Balohan langsung ke penginapan, snorkeling kemudian ke tugu 0 km di
ganti dengan mengunjungi tugu 0 km terlebih dahulu baru ke penginapan.
Saran tersebut 100% benar karena lokasi tugu 0 km sekitar 8 km dari
pertigaan menuju Iboih, namun kami memutuskan langsung ke penginapan dan
menjadwalkan tugu 0 km untuk hari berikutnya.
Balada teupin layeu, crocs dan afika
Sekitar jam 12 kami tiba di Pantai Teupin Layeu, melalui sebuah
dermaga kecil di pantai ini kami akan di jemput boat iboih inn. Sambil
menunggu jemputan kapal kami duduk-duduk di tepian pantai sambil
menikmati pemandangan indah, pantai tenang dengan beberapa perahu kecil
terapung malas dan pulau Rubiah yang terhampar tidak jauh dari Teupin
Layeu. Bagi anda yang membutuhkan kapal untuk keliling Iboih dan Rubiah,
sewa motor atau mencari penginapan, di sini terdapat Pusat Informasi
Wisata Teupin Layeu View. Anda juga bisa mborong Crocs entah KW berapa,
kata temen sih crocs asli (bajakan) dari Malaysia. Saking kalapnya, kami
bahkan datang langsung ke rumah penjual Crocs yang pada hari berikutnya
tidak jualan. Tanpa di duga, selain memiliki Crocs KW sekian, penjual
crocs juga memiliki anak KW 2-nya Afika Oreo! Afikaaaa…..foto yuuux
Dari Iboih menuju Pulau Rubiah
Tiba di Iboih Inn, bukannya langsung menuju kamar malah kita
keasyikan duduk-duduk di resto memandangi aquarium alami di bawah resto
sambil menikmati es kopi susu yang rasanya sangat mantap. Maaf ya kak
Liza…. kami membuat resto kakak berantakan. Tidak puas hanya memandangi
dari atas, saya turun ke kolong resto, duduk-duduk di bebatuan menyapa
ikan kakaktua, ikan biru yang buanyak banget, ikan biru-kuning, dan
masih banyak lagi. Ayo kita snorkliiiiiiing!!!
Setelah menyeret, menenteng dan mengangkat koper, ransel dan tas
(iyaa, banyak banget bawaannya, coz udah bertambah oleh-oleh dari Aceh)
ke kamar yang terletak di level pertama (entah berapa tangga, yang jelas
capek) kami kembali turun ke dermaga iboih inn bersiap menuju Pulau
Rubiah. Jarak tempuh Iboih Inn – Pulau Rubiah dengan boat adalah………… 5
menit sahaja, wuuuzzz!! Jika anda berminat untuk berenang silahkan saja,
saya tunggu di Pulau Rubiah
Underwater Iboih dan Rubiah
Spot snorkeling pertama berada persis di seberang Iboih Inn. Untuk
mencapai spot berikutnya kami harus melewati jalan setapak di tengah
hutan Pulau Rubiah. Jangan mengharapkan akan menemukan terumbu karang
beraneka ragam seperti di Menjangan, terumbu karang di sini biasa saja,
boleh di bilang paling jelek dari tempat-tempat snorkeling saya
sebelumnya. Namun ikannya sangat banyak. Menurut survey yang pernah
dilakukan Conservation International, keanekaragaman terumbu di Pulau
Weh/Sabang memang relatif sedikit, tetapi keanekaragaman spesies ikan
sangat besar. Di spot ke-2 saya cukup duduk di bebatuan kemudian
mencelupkan muka ke air ikan-ikan sudah banyak wara-wiri di antara
bebatuan. Di sini, untuk pertama kalinya saya yang gak bisa renang bisa
snorkeling TANPA PELAMPUNG! WAOW! Kembali ke penginapan saya masih
ingin snorkeling sepanjang pinggiran Iboih karena dapet info terdapat
karang batik di depan Yulia Bungalow, namun satu-satunya temen yang
masih bersedia snorkeling mendadak tidak mau snorkeling setelah melihat
bulu babi. Saya yang tidak cukup PD untuk snorkeling jauh-jauh sendirian
memilih snorkeling di sekitar penginapan saja.
Malam di Iboih Inn mengingatkan saya malam di Wisma Apung
Karimunjawa, menikmati makan malam dengan ditemani deburan ombak dan
lukisan langit, bedanya disini kami juga di hibur gemerisik pepohonan
hutan Iboih. Rombongan lain berasal dari Malaysia, mereka menginap dalam
waktu yang cukup lama dengan aktivitas utama memancing di Pulau Rondo.
Tidur malam itu saya cukup terganggu dengan gigi bungsu, asam mefenamat
mannaa?? lupa bawa, sghhh….
Suatu Pagi di Iboih, Sabang
Tidak mau menyia-nyiakan matahari pagi di Iboih, usai sholat subuh
saya bergegas turun menunggu sunrise. Deretan awan yang menghalangi
matahari pagi tidak menyurutkan minat saya untuk mengabadikan warna
langit pagi di Iboih. Jam 9.30 setelah makan pagi dengan berat hati kami
meninggalkan Iboih, agenda kami adalah mengunjungi sebanyak mungkin
tempat wisata di Sabang. Sayang sekali, baru mengunjungi Tugu 0 km dan
Gapang menjelang jam 12 hujan turun dengan derasnya. Setelah sedikit
reda kami melanjutkan perjalanan ke kota Sabang, tapi berhubung saat itu
hari Jum’at jalanan sangat sepi, bahkan warung makan tidak ada yang
buka.
Purnama di Pantai Sumur Tiga, Sabang
Atas saran Bang Arphen kami langsung menuju penginapan Santai Sumur
Tiga, check in, makan siang dan menikmati keindahan pantai Sumur Tiga.
Awalnya agak merasa rugi juga sudah sewa mobil sehari tapi tidak bisa
digunakan secara maksimal mengunjungi wisata di sabang, namun setelah
menikmati pantai Sumur Tiga mendadak kami tidak mau kemana-mana. Tidak
perlu menunggu supermoon yang kehadirannya di Bogor selalu terhalang
oleh mendung dan hujan, saya bisa menikmati purnama indah di langit
Sabang dari pantai dengan deburan ombak yang indah ini.
Obyek Wisata di Sabang
Source:
Sabang Kota |
Bappeda Sabang |
Aceh Info
Tugu Kilometer Nol: Tugu Kilo Meter Nol terletak di lintang: 05
0 54’ 21.42” LU, bujur: 95
0 13’
00.50” BT berada dalam areal Hutan Wisata Sabang di Ujung Ba`u,
Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Berhubung lokasinya di kawasan hutan
wisata tidak mengherankan jika jalanan menuju tugu nol kilometer sangat
sepi dan tentu saja banyak pepohonan. Pengunjung terbanyak tugu 0 km
adalah gerombolan monyet nakal, sebaiknya tidak membawa tas karena saya
sudah merasakan betapa mengerikannya punya fans monyet-monyet nakal.
Tugu Kilometer Nol di bangun pada ketinggian 43,6 m di atas permukaan
laut (dpl), menjulang setinggi 22,5 meter, berbentuk lingkaran berjeruji
dengan cat centil berwarna putih dan orange.
Tugu 0 km Sabang, Aceh
Sebuah prasasti marmer hitam menunjukkan posisi geografis tempat ini,
di dinding bangunan juga tertempel prasasti peresmian tugu yang
ditandatangani oleh Wakil Presiden saat itu, Bapak Try Sutrisno. Hanya
begini saja?? Mana NOL-nyaa?? Kami berputar-putar mencari sesuatu yang
menunjukkan angka nol dan ternyata tarr-raaa…. Angka NOL berada di
puncak tugu bersama dengan lambing burung Garuda yang warnanya sudah
memudar. Pepohonan rimbun yang berada di sekeliling tugu cukup
menyulirkan untuk melihat angka NOL tersebut, apalagi warna langit saat
itu juga kelabu. Di seberang jalan tugu 0 km juga terdapat sebuah batu
penanda jarak bertuliskan KM0.
Waktu terbaik berkunjung ke Tugu 0 km adalah saat matahari terbenam,
dengan catatan cuaca cerah. Obyek wisata ini sebenarnya cukup indah, di
bawah pepohonan rindang kita bisa memandangai laut lepas. Namun
sepertinya tidak ada pegawai yang bertugas menjaga kebersihan dan
keamanan pengunjung dari monyet. Jika anda ingin membuat sertifikat
pengunjung 0 km mintalah bantuan kepada pemandu/sopir anda, sertifikat
baru bisa di ambil keesokan harinya. Jika anda mengunjungi Tugu 0 km
menggunakan motor ada baiknya bersama teman, karena tempat ini sangat
sepi. Kalo takut bisa minta temenin tentara yang berjaga di pos TNI
tidak jauh dari Tugu 0 km
view dari iboih inn resort
Iboih (di baca Iboh): Iboih merupakan tempat terbaik
untuk menghabiskan waktu anda di Pulau Sabang. Di Iboih anda bisa
menikmati wisata pantai (berenang, snorkeling, atau sekedar duduk
memandangi keindahan lukisan alam sambil ngopi cantik), wisata alam di
hutan Iboih dan lokasi Iboih berdekatan dengan Pulau Rubiah tempat
terbaik untuk snorkeling dan diving. Penginapan, tempat makan,
transportasi cukup mudah diperoleh. Di Taman Laut Iboih terdapat
larangan terhadap penangkapan ikan dan biota laut, yaitu dilarang:
pengeboman, menggunakan compressor, jaring, pukat jepang, pukat malam,
senjata tembak, mancing ngintip, penangkapan ikan hias, pematahan karang
dan pengambilan biota laut. Ditetapkan pula hari pantangan ke laut.
Mulai Kamis jam 19:00 WIB hingga Jumat jam 14:00 WIB, Hari Raya Puasa
dan Haji selama 24 jam, Kenduri Laot tiga kali 24 jam, hari peringatan
tsunami dan ulang tahun kemerdekaan RI mulai jam 6 pagi sampai 12
siang..
Pulau Rubiah:
Pulau Rubiah terletak di depan pantai Teupin Layeu dan Iboih, tersedia
perahu untuk menyeberang ke Pulau Rubiah dengan tarif yang disesuaikan
dengan kebutuhan, keliling pulau atau hanya di antar-jemput. Nama Rubiah
di ambil dari nama salah satu calon jemaah haji yang meninggal saat
kapal yang akan menuju ke Mekah karam. Pada tahun 1920-an pulau ini
menjadi tempat karantina calon jamaah haji Indonesia. Di Pulau Rubiah
terdapat rumah makan sederhana, setelah tenaga terkuras untuk snorkeling
di spot pertama kami menambah tenaga dengan makan mie. Pemilik pulau
Rubiah adalah Bapak Yahya dan Pemda Sabang, keren banget bisa punya
pulau seindah ini. Bungalow yang dimiliki Pak Yahya merupakan pemberian
seorang pengawas perdamaian Aceh, beliau di minta untuk merawat 2
bungalow tersebut. Tidak ada listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara
(PLN). Hanya ada generator yang dihidupkan sejak pukul 19.00 hingga
00.00 WIB. Pemerintah Indonesia telah menentukan daerah perairan ini,
sekitar 2600 hektar sekitar pulau Rubiah sebagai daerah special nature
reserve. Semoga selalu terjaga keindahannya, Selain
berenang, snorkeling, duduk cantik dan trekking ringan, Pulau Rubiah
juga terkenal sebagai tempat menyelam. Bagi pecinta diving bisa
menggunakan penyedia jasa diving
http://www.rubiahdivers.com |
http://www.lumbalumba.com (di
sebuah forum ada yang curhat katanya kurang recommended untuk orang
lokal, bule oriented. Entahlah… saya sendiri tidak bisa dan tidak punya
lisensi diving)
Underwater Pulau Seulako
Pulau Seilako: Pulau Seulako berdekatan dengan pulau
Rubiah, letaknya dibagian arah selatan Rubiah. Pulau ini memiliki
Topografi dibawah lautnya sedikit miring dengan kepala karang dan batuan
vulkanik di perairan dangkal pada umumnya. Namun yang menarik disini
ada bekas kapal perang bom Jepang yang karam saat perang dunia kedua.
pada kedalaman 20 meter disisi tengah bagian timur pulau yang dapat
diamati dengan sensasi yang berbeda dengan lokasi-lokasi dive lainnya.
Cahaya matahari disini sangat indah pada pagi sampai tengan hari sangat
cocok untuk melakukan dive.
Mancing di Pulau Rondo Aceh
Pulau Rondo: Pulau Rondo sejatinya adalah pulau
terluar Indonesia, mungkin titik 0 km lebih tepat berada di sini
daripada di Sabang. Jarak Pulau Rondo dengan Kota Sabang 15,6 km, dapat
dicapai dengan kapal motor dari Iboih sekitar 1,5 jam atau 2 jam dari
Kota Sabang. Pulau Rondo termasuk dalam wilayah administrasi Kelurahan
Ujung Ba’u, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Pulau ini tidak dihuni
secara tetap, tetapi secara bergantian oleh Marinir dan petugas jaga
mercusuar. Pulau Rondo menjadi lokasi mancing favorit wisatawan pecinta
mancing, berbagai jenis ikan banyak ditemukan di pulau yang menjadi
pertemuan arus dari utara dan selatan. Foto:
AntaraFoto
Pantai Gapang, Sabang
Pantai Gapang: Gapang berasal dari nama pohon yang
berjejer di tepi pantai, pohon Gapang. Pantai ini terletak tidak jauh
dari Iboh, sekitar 18 KM dari Kota Sabang. Fasilitas di pantai ini cukup
lengkap, tersedia resort, restoran,
dive shop, toko souvenir
bahkan jika anda lupa membawa kamera underwater tersedia juga jasa
penyewaan kamera underwater. Seperti juga di Iboih dan Rubiah, pantai
Gapang juga memiliki spot-spot bagus untuk snorkeling dan diving.
Pasirnya yang halus sangat nyaman untuk jalan-jalan di tepi pantai atau
sekedar duduk di batang kayu atau mungkin main ayunan. Sayang sekali
kami hanya sebentar saja menikmati ketenangan permukaan air pantai
Gapang yang berwarna hijau tosca, karena hujan yang teramat deras
mengaburkan keindahan pantai.
Pantai Teupin Layeu
Pantai Teupin Laye dan Teupin Sirkui: Pantai Teupin
Layeu dan Teupin sirkui berada di Iboih, sekitar 22 Kilometer dari Kota
Sabang .dapat ditempuh menggunakan kendaraan umum dari pelabuahan
Balohan selama 40 menit atau 30 menit dari Kota Sabang. Jarak kedua
pantai ini hanya sekitar 100 meter, di kedua pantai ini kita bisa duduk
santai di bawah pohon rindang memandangi pantai tenang dan pulau Rubiah.
Di pantai Teupin Layeu terdapat Pusat Informasi Wisata Teupin Layeu
View, rumah makan, toko penyewaan alat selam dan
Snorkling, dermaga untuk menuju pulau rubiah, iboih, seulako dan rondo. Jika malas basah-basahan anda bisa menyewa
Bottom Glass
Boat untuk melihat pemandangan taman laut sabang.
Menikmati Pantai Sumur Tiga Sabang
Pantai Sumur Tiga: Nama Pantai Sumur Tiga berasal
dari keberadaan tiga sumur air tawar yang terdapat di sepanjang pantai.
Pantai ini menjadi favorit saya selama di Sabang, karena di Pantai Sumur
Tiga ini saya bisa menikmati pantai dengan sangat santai, happy dan
merasa aman. Pasir pantai yang halus berpadu mesra dengan bebatuan di
bibir pantai, air laut yang jernih dan segar dihiasi ombak kecil yang
tak henti-hentinya berkejaran, seolah belum cukup semua keindahan itu di
sepanjang pantai nyiur kelapa melambai-lambai meniupkan angin
sepoi-sepoi. Awalnya saya hanya berjalan-jalan sendirian, memanfaatkan
batu sebagai tripod agar saya bisa bernarsis ria, hingga akhirnya
teman-teman saya menyusul dan memutuskan untuk…. NYEBUUURR!!! Warna
langit saat senja menambah kecintaan saya akan pantai sumur tiga.
Menjemput Pagi dan Mengantar Senja di Pantai Sumur Tiga, Sabang
Gua Sarang Sabang, Foto Bappeda Sabang
Gua Sarang: Terdapat beberapa gua alami di pantai
barat Pulau Weh yang terletak berseberangan dengan Hutan Wisata Iboih.
Gua-gua ini menghadap ke samudra dan dihuni bermacam burung, kelelawar,
dan ular. Menjelajahi tempat ini dengan menggunakan perahu harus
didampingi oleh penduduk lokal karena lokasi yang cukup sulit dijangkau,
dan berbahaya, terutama antara bulan Mei dan September saat musim angin
Barat. Kondisi ini sangat menantang bagi pencinta gua. Goa Sarang hanya
dapat dicapai dengan berenang atau dengan perahu di pada saat air
surut. Goa Kamprek adalah tiga gua kecil yang berjarak beberapa ratus
meter
Pantai Kasih, Sabang
Pantai kasih: Pantai Kasih
merupakan pantai berpasir putih yang letaknya dekat dengan pusat Sabang.
Waktu terbaik menikmati pantai kasih adalah saat matahari terbenam.
Foto:
Forum Indonesia Tourism
Pantai Ujung Paneh: Informasi mengenai pantai Ujung
Paneh sangat amat sedikit, hanya disebutkan bahwa pantai Pantai Ujung
Paneh terletak di Iboih sekitar 26 km dari Kota Sabang, di pantai ini
terdapat satu penginapan, tidak ada fasilitas rumah makan atau Cafe.
Aktivitas wisata yang dapat dilakukan di pantai ini adalah berenang dan
snorkling.
Pantai Anoi Itam: Pantai ini berada tidak jauh dari
pelabuhan, sesuai dengan namanya pantai Anoi Itam merupakan pantai
berpasir hitam khas pasir vulkanis. Tak heran, Pulau Weh memang memiliki
gunung berapi kecil yang tengah aktif di tengah-tengahnya. Pantai Anoi
Itam memiliki pemandangan yang indah, serta beberapa benteng peninggalan
Jepang yang masih terjaga kelestariannya. Benteng-benteng inilah yang
dulu menjadi pusat pertahanan Jepang terhadap serangan musuh dari laut
dan udara.
Anoi Itam dan Cok Beu: Dengan jarak tempuh kurang
lebih 10 kilometer yang dimulai dari Anoi Itam sampai dengan Cok Beu
lokasi ini sangat cocok untuk wisata sepeda gunung, melewati
perkampungan dan wilayah hutan yang terdapat disekitar lokasi wisata.
Sambil mendayung sepeda dengan menaiki dan menuruni lereng berbukit,
wisatawan juga bisa menikmati pemandangan yang tak kalah meneriknya,
satwa liar misalnya, seperti (burung srigunting, babi hutan, dan monyet
ekor panjang) menjadi daya tarik tersendiri jika berwisata sepeda gunung
dikawasan wisata ini.
Danau Aneuk Laot
Danau Aneuk Laot:
Danau yang cukup besar ini merupakan sumber air tawar sekaligus PLTA
bagi seluruh pulau. Anda bisa menikmati pemandangan danau ini dari dalam
kendaraan, karena jalannya meliuk di salah satu sisi danau. Atau, Anda
juga bisa turun ke tepian danaunya untuk melihat aktivitas warga
memancing dan mengurus tambak ikan air tawar. Foto diambil dari
Presiden-SDM
Air Terjun Pria Laot, Foto: Bappeda Kota Sabang
Air Terjun Pria Laot: terletak tidak jauh dari Pria
Laot jalan menuju Kel. Iboih. Perjalanan menuju air terjun Pria Laot
bisa ditempuh dengan jalan kaki sekitar 1,7 Km dengan melalui sungai
yang ada disekitar jalan. Air terjun ini berasal dari aliran sungai Pria
Laot yang bersumber dari Danau Aneuk Laot. Air terjun Pria Laot sangat
indah, selaras dengan rimbunan pohon yang mengelilinginya. Tinggi air
terjunnya hanya sekitar 10 meter, sehingga percikannya tak terlalu
deras. Anda bisa berenang santai di kolam persis di bawah air terjunnya,
serta menikmati ‘fish spa’ alami di pinggiran kolamnya. Satwa liar yang
bisa diamati seperti burung, babi hutan dan kelelawar. Sungai dari
aliran air terjun Pria Laot dimanfaatkan masyarakat disekitar desa untuk
mencuci pakaian dan mandi.
Monkey Road: Sesuai namanya, ini adalah jalur di
mana Anda bisa menemukan spesies monyet sepanjang jalan. Monyet-monyet
liar inilah yang akan menuntun Anda menuju Tugu Nol Kilometer yang
berada di sebelah utara Pulau Weh. Anda bisa memberi mereka makanan
berupa pisang atau kacang, namun berhati-hatilah karena banyak pula babi
hutan yang berkeliaran sepanjang jalan.
Pemandian air panas Keuneukai: Terletak di sebelah
selatan Pulau Weh pemandian air panas Kaneukai akan menjadi tempat yang
cocok setelah berkeliling Sabang untuk melemaskan otot-otot yang letih.
Air panas ini berasal dari gunung berapi yang terletak di tengah-tengah
Pulau Weh.
Gunung Api Jaboi, Foto: Bappeda Kota Sabang
Gunung Api Jaboi: berjarak kurang lebih 15 Km dari
pusat kota dan berlokasi di Jaboi Kec. Sukajaya dengan luas area 450 m.
Potensi yang menjadi daya tarik tersendiri seperti kawah belerang, hutan
rotan dan satwa liar (burung, monyet, babi hutan).
Hutan Wisata Iboih: Terletak di Kelurahan Iboih,
memiliki luas kawasan 1.300 Ha dan juga merupakan daerah Konservasi.
Dengan jenis hutan hujan tropis yang masih tinggi kerapatannya sehingga
memiliki daya tarik tersendiri untuk wisatawan. Hutan wisata ini
memiliki keanekaragaman satwa seperti burung, monyet, ular, babi hutan,
reptil. Bagi para pencinta burung, hutan ini bisa dijadikan tempat untuk
pengamatan burung seperti Nicobar Pigeon, Srigunting, Beo, dan
lain-lain. Selain untuk pengamatan burung, hutan hujan tropis yang ada
dikawasan Iboih ini bisa dikembangakan menjadi wisata jungle trakking
untuk para wisatawan pencinta alam.
Peta Wisata Sabang (dari Toko Mr.Piyoh)
Potensi Wisata Selam di Sabang:
- The Canyon: ditempat ini juga terdapat bebatuan
indah, tebing, serta gua bawah laut yang diselimuti koral. Terdapat
spesies laut seperti Napoleon Wrasses, hiu karang dan pari manta.
- Pante Penuateung : berjarak 30 menit dari Iboih dan
40 menit dari Gapang. Terletak di Barat laut Pulau Weh, tempat ini
biasanya paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Terdapat beberapa
hewan laut yang sering dijumpai seperti hiu black dan white tip,
gorgonian, barracuda, lobster, tevally dan belut moray.
- Batee Meuduro : berjarak kurang lebih 70 menit dari
Gapang dan terletak diarah Selatan perairan Pulau Weh. Terdapat
beberapa hewan laut yang sering dijumpai seperti hiu, Napoleon Wrasses,
dan Barracuda.
- Bate Tokong : berjarak kurang lebih 10 menit dari
Iboih dan ditempat ini paling banyak dikunjungi oleh para penyelam. Pada
umumnya para penyelam diarahkan ketempat ini. Hewan laut yang biasanya
dijumpai seperti; hiu black, white dan silver tip.
- Bate Gla : ditempat ini terdapat semacam lorong
diantara labiran batu besar. Banyak terdapat spesies laut yang ditemui
seperti penyu, udang mantis, moray. Salah satu tempat yang banyak
dikunjungi oleh penyelam.
- Rubiah Utara : berjarak kurang lebih 10-15 menit dari Iboih, tempat ini biasanya digunakan oleh para penyelam pemula.
- Rubiah Sea Garden : berjarak kurang lebih 10 menit
dari Iboih, untuk para pemula yang melakukan aktifitas diving. Biasanya
banyak spesies laut yang dapat kita lihat seperti belut moray dan jenis
ikan scorpion. Tempat ini juga dikelilingi oleh bebatuan dan termubu
karang yang masih berukuran kecil.
- Arus Balee; berjarak kurang lebih 10 menit dari
Iboih. Sesuai dengan namanya ditempat ini memiliki arus yang cukup kuat
dan terletak diantara Pulau Rubiah dan Seulako. Tempat ini juga banyak
dijumpai jenis ikan dan spesies laut seperti fusillier, snapper, dan
belut moray.
- Batee Meuroron : berjarak kurang lebih 5 menit dari Gapang. Teradapat hewan laut seperti scorpin fishes, lion fishes.
- Batee Dua Gapang : berjarak kurang lebih 10 menit dari Gapang. Terdapat hewan laut seperti scorpin fishes, lion fishes, razor fishes, sea snake.
- Rongsokan Kapal; sebuah kapal perang yang tenggelam
diperairan Sabang tepatnya diwisata bahari Iboih, kapal ini menjadi
tempat ini merupakan tempat berlindung ikan atau rumah ikan dan spesies
laut lainnya.
- Wreck Tugboat : bertempat dipelabuhan Sabang
(Pasiran), terdapat hewan laut cleanershrimps, banded & gost
pipefish, crocodile fish, spiny lobster
- Sumur Tiga : berjarak kurang lebih 30-40 menit dari Iboih yang berlokasi disebelah timur laut perairan Sabang. Terdapat coral garden.
- Anoi Itam : berjarak kurang lebih 40 menit dari Gapang, berlokasi disebelah timur laut perairan Sabang. Terdapat hard coral.
- Pulau Rondo : berlokasi disebelah barat perairan
Sabang, berjarak kurang lebih 2 jam dari Sabang. Terdapat reef sharks,
soft coral, bumpheads and turtles, surgeon fish.
- Pantee Ideu : terdapat napoleon wrasse, gorgonions, sponge,hard coral, trigger fish.
- Limbho Gapang : terdapat mushroom, nudibranch, flatworm, turtle. Berjarak kurang lebih 10 menit dari Iboih.
- Long Angen Pantee Gua
- Seulako : berjarak kurang lebih 10 menit dari Iboih, terdapat hard corals, soft corals, gorgonion
- Little wreck : berjarak 20 menit dari Gapang. Site
ini tergolong site yang medanya tidak begitu sulit. Terdapat gunung api
di bawah permukaan laut yang membentuk tirai. Spesies laut yang sering
dijumpai seperti ikan pipa, nudibranch dan lion bintik kembar.
Budget Wisata Sabang:
- Penginapan (2 kamar + 1 extra bed) = Rp. 600.000,-
- Minum (es kopi susu dan es the), makan malam, sewa alat snorkeling
(snorkel, pelampung dan pin) = Rp. 591.000,- kalo gak salah sewa alat
snorkeling komplit (snorkel, pelampung, pin) Rp. 45.000,-. Ini merupakan
perlengkapan snokrling terbaik yang pernah saya pakai, semua masih
dalam kondisi bagus.
- Penginapan (2 kamar + 1 ekstra bed) = Rp. 600.000,-
- makan siang, makan malam = Rp. 518.000,-
- Mobil day 1: Pelabuhan Balohan – Iboih = Rp. 250.000,- (1 mobil untuk 5 orang)
- Mobil day 2 & 3: Iboih – Tugu 0 km – Pantai Gapang – Kota Sabang – Pantai Sumur Tiga – Pelabuhan Balohan = Rp. 450.000,-
- Pop Mie dan minum di Pulau Rubiah = Rp. 48.000,-
- Sertifikat 0 km = Rp. 20.000,-/orang
- Tiket Kapal Cepat = Rp. 65.000,-/orang
Foto-foto wisata nya
ndah di Pulau Sabang:
http://ndahdien.multiply.com/photos/album/76/Santai_Bang…._ini_di_Sabang